Cara Mengatasi Cedera Saraf Tulang Belakang

Cara mengatasi cedera saraf tulang belakang tentu harus sesuai dengan anjuran dokter, namun untuk mengobati cedera tersebut sampai detik  ini belum ditemukan obatnya, tetapi jangan khawatir karena ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah hal tersebut bisa terjadi. Atau bahkan perawatan yang bisa dilakukan ketika hal tersebut sudah terjadi.

Dilansir dari tempo.co mengatakan bahwa para peneliti di Australia mengatakan bahwa separuh pasien yang menderita cedera saraf tulang belakang masih memiliki saraf yang bisa mengirimkan pesan ke otak. Dr Sylvia Gustin dari Lembaga Neuroscience Research Australia menggunakan scan MRI untuk merekam bagaimana 23 pasien yang memiliki cedera tulang belakang masih bisa

Memberikan reaksi ketika jari kaki mereka disentuh, para ilmuwan terkejut bahwa pasien yang tidak merasakan adanya sentuhan tersebut, namun dari pemindaian di otak mereka menunjukan bahwa adanya reaksi dari urat syaraf mereka. Artinya lima puluh persen mereka yang lumpuh karena cedera sumsum tulang belakang masih memiliki saraf yang berfungsi.

Mengatasi Cedera Saraf Tulang Belakang

Cara mengatasi cedera saraf tulang belakang yang pertama adalah penanganan cedera saraf tulang belakang harus dilakukan dengan segera, karena jika terlambat hal ini akan mempengaruhi lama masa pemulihan dan akan menyebabkan komplikasi. Penanganan cedera saraf tulang belakang dilakukan setelah kecelakaan atau benturan berlangsung.

Biasanya pasien akan langsung dipasangkan penyangga leher agar tidak terjadi pergerakan pada tulang belakang. Gerakan yang terjadi pada tulang belakang dapat membuat kondisi cedera yang ada akan semakin memburuk. Kemudian setelahnya pasien akan diletakan pada penyangga khusus untuk dibawa kerumah sakit. Dan barulah setelah hal tersebut dilakukan pasien akan dilarikan kerumah sakit.

Sesampainya dirumah sakit, dokter yang menangani akan melakukan tindakan yang berfokus pada pernafasan pasien, untuk mencegah terjadinya syok, serta menjaga kestabilan penyangga tulang belakang agar tidak menyebabkan kerusakan yang lebih parah lagi. Penanganan yang diberikan pun bertujuan untuk mengurangi kemungkinan komplikasi, seperti gangguang berkemih atau buang air besar.

Upaya – Upaya Yang Akan Dilakukan Dokter

Seperti yang sudah dikatakan bahwa cara mengatasi cedera saraf tulang belakang adalah dengan mengunjungi rumah sakit dan berkonsultasi kepada dokter yang menangani. Pada umumnya ada beberapa hal atau upaya – upaya yang akan dilakukan oleh seorang dokter ketika menerima pasien yang mengalami cedera saraf tulang belakang.

Yang pertama adalah pemberian obat. Suntikan methylprednisolone diberikan untuk menangani cedera saraf tulang belakang yang akut. Namun karena memiliki efek samping, penggunaan obat semacam ini haruslah berdasarkan dari resep dokter bahkan harus pula diawasi oleh dokter yang menangani hal tersebut agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.

Hal yang kedua yang mungkin akan dilakukan adalah pembedahan. Pembedahan dilakukan untuk membuang potongan – potongan tulang, benda asing atau retakan tulang belakang yang ada di tubuh akibat kecelakaan. Pembedahaan ini juga diperlukan untuk mencegah serta memperbaiki kelainan bentuk dan posisi tulang belakang.

Ketika kedua hal tersebuh sudah dilakukan dan kondisi pasien sudah mulai stabil, maka langkah berikutnya dokter akan menjalankan prosedur fisioterapi. Dalam masa rehabilitasi, pasien akan diberi arahan untuk melatih kekuatan otot dan mengembalikan kemampuan bergerak. Tak lupa dokter pun akan memberikan obat untuk mengatasi rasa nyeri.

Masa pemulihan cedera saraf tulang belakang akan berbeda – beda pada setiap orangnya. Pemulihan biasanya terjadi dalam kurun waktu 1 minggu sampai dengan 6 bulan, pada beberapa kasus waktu yang dibutuhkan oleh seorang pasien untuk kembali pulih bisa mencapai 1 sampai 2 tahun. Itulah beberapa cara mengatasi cedera saraf tulang belakang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *